Terungkap! Ini Alasan Orang dengan ADHD Disarankan Jangan Konsumsi Gula Berlebihan
"Selain kandungan gula, minuman manis dan cokelat seringkali mengandung zat lain seperti kafein, pewarna makanan, dan bahan tambahan, yang diduga turut berkontribusi terhadap meningkatnya gejala hiperaktivitas dan impulsivitas pada sebagian individu yang sensitif," tambah Veny.
Penelitian lain dari Johnson et al mengemukakan bahwa asupan gula yang tinggi dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi sistem otak yang mengatur perhatian dan perilaku impulsif.
"Pada individu dengan ADHD, sistem ini memang sudah bekerja kurang optimal, sehingga konsumsi gula berlebihan dikhawatirkan dapat memperburuk gejala yang sudah ada," ungkapnya.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa membatasi konsumsi gula bukanlah terapi utama untuk mengatasi ADHD. Tapi, sebagai bagian dari upaya menjaga gaya hidup sehat yang dapat membantu mengelola gejala.
Penanganan ADHD tetap memerlukan pendekatan komprehensif, seperti pola makan seimbang, tidur yang cukup, aktivitas fisik teratur, serta dukungan terapi psikologis, dan bila diperlukan penanganan medis.
"Jadi, pembatasan konsumsi gula pada individu dengan ADHD bertujuan bukan untuk mencegah ADHD, melainkan untuk membantu mengelola dan mengurangi keparahan gejala, sehingga fungsi sehari-hari dapat berjalan lebih optimal," ungkap Veny.
Editor: Muhammad Sukardi