Tanggapan Bappenas soal Dedi Mulyadi Kirim Anak Nakal ke Barak TNI
"Jangan meninggalkan loophole apa pun yang membuat kita tidak bisa memaksimalkan potensi mereka," tambahnya.
Sementara itu, menurut Dedi Mulyadi kebijakan kontroversial ini dilaksanakan dengan menempatkan pelajar di barak militer didasarkan pada perubahan perilaku dan gaya hidup pelajar, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama dan atas atau setara.
"Anak-anak di Jawa Barat itu pola hidupnya adalah rata-rata tidur jam 4 pagi, karena waktunya dihabiskan untuk main game online, dan ini berdampak pada mereka tidak bersekolah," papar Dedi Mulyadi.
Dedi menambahkan, "Mereka sering terorganisir secara sistematik melalui kekuatan media sosial melakukan pertarungan secara terbuka dan tertutup, melahirkan banyak orang yang terluka, bahkan banyak orang yang meninggal."
Sebagai informasi, kebijakan mengirim anak nakal ke barak TNI dilaksanakan Dedi Mulyadi per Kamis, 1 Mei 2025. Purwakarta dan Bandung menjadi dua wilayah pertama yang menjalankan program pembinaan karakter semi-militer ini yang melibatkan TNI.
Editor: Muhammad Sukardi