Tak Hanya Asam Urat, Fruktosa Berlebih Bisa Picu Hipertensi!
"Kalau ada banyak fruktosa dikonsumsi, itu akan dijadikan lemak dan akhirnya akan ada produk sampingnya berupa asam urat," jelas pakar mikrobiologi, bioteknologi, dan genetika molekuler tersebut.
Lebih lanjut, Prof Antonius mengatakan asam urat bukan hanya berkaitan dengan nyeri sendi atau gout. Senyawa tersebut juga dapat mengurangi ketersediaan nitric oxide, yaitu zat yang berperan menjaga kelenturan pembuluh darah.
Ketika kadar nitric oxide menurun, pembuluh darah menjadi lebih kaku sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah atau hipertensi.
Dia menambahkan, mekanisme penyimpanan fruktosa sebagai lemak awalnya merupakan cara tubuh bertahan hidup saat sumber makanan terbatas. Namun, pola konsumsi masyarakat modern membuat fruktosa kini tersedia dalam jumlah melimpah.
"Dengan kondisi manusia sekarang ada banyak sumber fruktosa di mana-mana. Kalau tidak mengonsumsinya dengan lebih bijaksana, yang tadinya untuk survival malah bisa menyebabkan penyakit," katanya.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan tetap mengonsumsi buah dan makanan manis secara seimbang. Membatasi asupan fruktosa berlebihan menjadi salah satu langkah menjaga kesehatan metabolisme sekaligus membantu menurunkan risiko asam urat, hipertensi, dan obesitas.
Editor: Muhammad Sukardi