Suka Pamer Pencapaian di Medsos Fix NPD? Ini Kata Psikolog
Ia mencontohkan, seseorang dengan kecenderungan tersebut bisa terus membanggakan pencapaiannya tanpa peduli lawan bicara sedang lelah atau memiliki masalah sendiri.
"Kadang kita sadar ya, ‘aduh kayaknya dia capek dengar kita ngomong’. Tapi kalau NPD, dia tidak memperdulikan seperti itu," lanjutnya.
Meski demikian, Veny mengingatkan bahwa media sosial sering kali hanya menampilkan sebagian kecil kehidupan seseorang. Karena itu, publik diminta tidak terburu-buru menghakimi orang lain hanya berdasarkan unggahan di internet.
"Yang terlihat di media sosial itu belum tentu yang sebenarnya," ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa diagnosis NPD membutuhkan proses panjang, mulai dari observasi, wawancara klinis, hingga menggali pengalaman masa kecil seseorang.
"Assessment-nya panjang, harus tahu milestone hidupnya sejak kecil, apakah ada trauma atau luka tertentu," kata Veny.
Editor: Muhammad Sukardi