Rajin Cek Label Hand Sanitizer, Ada Kandungan yang Picu Kanker
"Penggunaan hand sanitizer di masa pandemi ini meningkat pesat. Walau menjadi bagian penting dari proses pencegahan, konsumen harus lebih bijak dalam memilih produk hand sanitizer. Tugas pemerintah juga untuk mengawasi dan memantau peredaran produk yang aman untuk konsumen," kata David Light, kepala eksekutif Valisure.
Tak Hadir di Acara Syukuran Pernikahan Atta Aurel, Ria Ricis: Yang Penting Doanya
Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab memberikan rasa aman konsumen terhadap produk yang semakin hari semakin banyak dipergunakan di masa pandemi. Light mengkhawatirkan, konsumen yang tidak paham akan hal ini, di sisi lain mereka terus menggunakannya, akan sangat membahayakan kesehatan mereka.
"Kami berharap agar masyarakat semakin cerdas dalam membeli produk hand sanitizer. Selalu lihat label kemasan dan pastikan kandungan benzena di sana sesuai standar yaitu hanya 2 ppm," ujar Light.
CDC sendiri mengatakan bahwa hand sanitizer yang bagus setidaknya mengandung 60% etil alkohol dan 70% isopropil alkohol. FDA mengeluarkan pernyataan bahwa bahan lain yang disetujui boleh ada dalam produk hand sanitizer antara lain air suling steril, hidrogen peroksida, dan gliserin.
"Masyarakat disarankan hanya menggunakan hand sanitizer saat mereka tidak bisa mencuci tangan dengan air dan sabun. Selama air mengalir dan sabun ada, jangan andalkan hand sanitizer," kata Barun Mathema, peneliti penyakit menular di Universitas Columbia.
"Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir lebih baik dalam membunuh kuman penyakit," tuturnya.
Editor: Dyah Ayu Pamela