Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kelompok Difabel asal Jepara Produksi Hand Sanitizer dari Bahan Rempah
Advertisement . Scroll to see content

Rajin Cek Label Hand Sanitizer, Ada Kandungan yang Picu Kanker

Senin, 05 April 2021 - 10:39:00 WIB
Rajin Cek Label Hand Sanitizer, Ada Kandungan yang Picu Kanker
Hand sanitizer. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

AMERIKA SERIKAT, iNews.id - Laporan terbaru yang diterbitkan di Amerika Serikat memperingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan hand sanitizer yang mengandung benzena atau bahan kimia beracun dengan kadar tinggi. Benzena dianggap mampu memicu pembentukan sel kanker di tubuh manusia. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH) mendefinisikan benzena sebagai karsinogen dan menjelaskan tubuh manusia dapat terpapar benzena hanya lewat hirupan, penyerapan kulit, tertelan, atau kontak kulit atau mata. 

Badan penelitian genom Nasional Institutes of Health menegaskan bahwa karsinogen adalah zat kimia atau fisik tertentu yang memiliki kemampuan untuk menyebabkan kanker dan benzena salah satunya. 

Studi dilakukan oleh Valisure, apotek online yang berbasis di New Haven, memeriksa 260 botol hand sanitizer dari 168 merek dan ditemukan 17% di antaranya mengandung benzena dengan tingkat yang cukup tinggi. 

Dari data tersebut, ditemukan 44 batch yang mengandung benzena tertinggi pada 16,1 ppm per botol hand sanitizer. Angka tersebut lebih tinggi delapan kali lipat dari batas yang diizinkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) yaitu 2 ppm benzena pada produk hand sanitizer. 

"Penggunaan hand sanitizer di masa pandemi ini meningkat pesat. Walau menjadi bagian penting dari proses pencegahan, konsumen harus lebih bijak dalam memilih produk hand sanitizer. Tugas pemerintah juga untuk mengawasi dan memantau peredaran produk yang aman untuk konsumen," kata David Light, kepala eksekutif Valisure. 

Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab memberikan rasa aman konsumen terhadap produk yang semakin hari semakin banyak dipergunakan di masa pandemi. Light mengkhawatirkan, konsumen yang tidak paham akan hal ini, di sisi lain mereka terus menggunakannya, akan sangat membahayakan kesehatan mereka. 

"Kami berharap agar masyarakat semakin cerdas dalam membeli produk hand sanitizer. Selalu lihat label kemasan dan pastikan kandungan benzena di sana sesuai standar yaitu hanya 2 ppm," ujar Light. 

CDC sendiri mengatakan bahwa hand sanitizer yang bagus setidaknya mengandung 60% etil alkohol dan 70% isopropil alkohol. FDA mengeluarkan pernyataan bahwa bahan lain yang disetujui boleh ada dalam produk hand sanitizer antara lain air suling steril, hidrogen peroksida, dan gliserin. 

"Masyarakat disarankan hanya menggunakan hand sanitizer saat mereka tidak bisa mencuci tangan dengan air dan sabun. Selama air mengalir dan sabun ada, jangan andalkan hand sanitizer," kata Barun Mathema, peneliti penyakit menular di Universitas Columbia. 

"Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir lebih baik dalam membunuh kuman penyakit," tuturnya. 

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut