Perut Buncit! Waspada Awal Kerusakan Jantung
Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah secara efisien. Menariknya, perubahan ini bisa terjadi meski seseorang belum terdiagnosis penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
Artinya, perut buncit dapat menjadi salah satu tanda peringatan dini bahwa jantung sedang berada dalam tekanan. Para peneliti menjelaskan lemak visceral bersifat lebih aktif secara metabolik dibanding lemak di area tubuh lain.
Lemak jenis ini dapat memicu peradangan kronis dan memengaruhi kerja hormon, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesehatan jantung. Inilah yang membuat perut buncit dianggap lebih berbahaya dibanding kelebihan berat badan secara umum.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa risiko tersebut lebih berbahaya terjadi pada pria dibanding wanita. Hal itu karena pria lebih cenderung menyimpan lemak di area perut, sementara wanita biasanya menyimpan lemak di pinggul dan paha.
Namun para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini masih dapat diubah dengan perubahan gaya hidup sederhana. Misalnya dengan meningkatkan aktivitas fisik, menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi alkohol, dan mengelola stres yang dapat membantu mengurangi lemak visceral.
Bahkan penurunan berat badan dalam jumlah kecil juga sudah dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung. Untuk itu, menjaga lingkar perut bukan hanya demi penampilan, tetapi
Editor: Dani M Dahwilani