Payudara Bengkak saat Menyusui Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Gejala Mastitis
Untuk mengatasi saluran ASI tersumbat, ibu dianjurkan tetap menyusui secara rutin agar payudara kosong dengan optimal. Kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelahnya juga dapat membantu mengurangi keluhan. Selain itu, posisi menyusui dan pelekatan mulut bayi perlu diperhatikan agar ASI dapat keluar dengan lancar.
Namun, jika dalam waktu 24 hingga 48 jam keluhan tidak membaik atau muncul demam tinggi, kemerahan yang meluas, dan tubuh menggigil, ibu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Pada kondisi mastitis, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri, antiinflamasi, hingga antibiotik jika ditemukan tanda infeksi bakteri. Penanganan dini menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
"Jangan remehkan demam tinggi serta payudara yang mengeras dan memerah saat menyusui. Mastitis yang tidak cepat ditangani bisa berkembang menjadi abses atau kantung nanah di dalam payudara. Jika sudah sampai tahap abses, penanganannya tidak cukup dengan obat-obatan, melainkan harus melalui tindakan pembedahan kecil atau drainase untuk mengeluarkan nanah tersebut," tegas dr. Natalia.
Sementara itu, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, menegaskan pentingnya dukungan medis bagi ibu menyusui yang mengalami masalah kesehatan selama masa laktasi.
"Tim Women's Health Center siap memberikan evaluasi tepat, edukasi, dan dukungan medis yang hangat, sehingga ibu dapat melanjutkan menyusui dengan percaya diri," katanya.
Karena itu, para ibu perlu lebih waspada jika payudara terasa nyeri, membengkak, atau muncul gejala seperti demam dan menggigil. Mengenali tanda-tanda mastitis sejak dini bisa membantu mencegah komplikasi yang lebih berat dan menjaga kelancaran proses menyusui.
Editor: Muhammad Sukardi