Mitos atau Fakta Semprotkan Parfum di Leher Sebabkan Gangguan Tiroid dan Kanker, Begini Kata Dokter
Dia menjelaskan, jika memang terdapat risiko dari paparan zat EDC, dampaknya tidak berkaitan secara khusus dengan lokasi penyemprotan parfum. Sebab, zat tersebut dapat masuk dan terakumulasi dalam tubuh melalui berbagai jalur paparan.
"Nah tapi yang perlu diperhatikan adalah sifatnya itu zatnya terakumulasi di tubuh, dapat melalui jalur mana saja, TIDAK KHUSUS karena disemprotkan di leher," katanya.
Menurut dr Adam, risiko yang lebih mungkin terjadi akibat penggunaan parfum langsung pada kulit leher justru berupa dermatitis atau peradangan kulit. Kondisi ini dapat memunculkan berbagai gejala seperti rasa gatal, kemerahan, hingga kulit menjadi kering dan iritasi.
Sebab itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima informasi kesehatan yang beredar di media sosial. Informasi yang belum memiliki dasar penelitian yang kuat sebaiknya tidak langsung dipercaya begitu saja.
dr Adam kembali menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti ilmiah yang dapat memastikan kebiasaan menyemprotkan parfum di leher menyebabkan kanker maupun gangguan tiroid.
"Bukti ilmiah menyemprotkan parfum langsung di leher terhadap terjadinya penyakit tiroid dan kanker masih belum kuat. Risiko yang dapat muncul akibat menyemprotkan parfum di leher adalah dermatitis," katanya.
Editor: Dani M Dahwilani