Menilik Asal Usul MSG, Aman atau Berbahayakah Bagi Tubuh?
Kehadiran MSG ini pun disambut baik oleh beberapa koki di dunia. Bahkan beberapa koki di Chicago menobatkan MSG sebagai salah satu dari tiga bahan makanan pokok yang wajib ada di dapur mereka.
Sementara mengacu pada buku review MSG edisi ke-4 yang dikeluarkan Ikatan Dokter Indonesia, komponen utama MSG sudan disusun oleh protein yang disebut asam glutamat atau glutamat. Komponen ini banyak terdapat pada makanan seperti daging, sayur-mayur, unggas dan susu. Bahkan Tubuh manusia juga menghasilkan glutamat secara alami dalam jumlah yang besar. Glutamat terdiri atas dua bentuk yaitu bebas dan terikat, dan hanya glutamat bebas yang efektif menguatkan rasa dalam makanan.
Tercatat konsumsi MSG di dunia secara luas ada si berbagai negara seperti Tiongkok, Eropa, Amerika Serikat, Korea, Jepang, Indonesia, Thailand, dan lain-lain. Hal ini membuktikan bahwa MSG aman dikonsumsi untuk tubuh. Bahkan MSG pun bisa dipakai sebagai alat ganti garam, khusus untuk penderita darah tinggi.
Pemakaian MSG pada makanan juga tidak berdampak pada fungsi otak. Hal itu disampaikan Medical Doctor and Health Content Creator dr Kevin Mak yang mengatakan MSG berperan aktif dalam pembentukan memori. Glutamat adalah asam amino yang berperan sebagai neurotransmitter atau dalam bahasa kedokterannya senyawa yang membantu proses otak kita berjalan efektif dan optimal.
Mengacu pada kebaikan MSG belum lama ini Ajinomoto Visitor Center merayakan tiga tahun perjalanan dan berhasil mengedukasi 11.349 orang tentang kebaikan MSG. Meski pengenalan soal manfaat MSG dilakukan secara virtual, karena pandemi Covid-19, para ibu dan perempuan tetap antusias.