Konsumsi Kopi Setiap Hari Ternyata Pengaruhi Otak, Ini Penjelasan Ahli soal Dampaknya
JAKARTA, iNews.id - Konsumsi kopi setiap hari ternyata memengaruhi otak secara langsung, tidak hanya membuat tubuh terasa lebih segar saat pagi hari. Banyak orang minum kopi atau teh berkafein untuk meningkatkan energi sebelum beraktivitas. Namun, di balik efek segarnya, kafein bekerja langsung pada sistem saraf pusat.
Kafein mampu menembus penghalang darah-otak dan memengaruhi kerja neurotransmitter. Salah satu yang paling terdampak adalah adenosin, zat kimia otak yang berperan memicu rasa kantuk. Ketika adenosin dihambat, sinyal mengantuk tidak tersampaikan secara maksimal.
Bagaimana Kafein membuat otak lebih terjaga? Saat seseorang mengonsumsi kopi, kafein masuk ke aliran darah dan mencapai otak dalam waktu relatif singkat. Di sana, dia menghambat reseptor adenosin yang biasanya memberi sinyal tubuh untuk beristirahat. Inilah yang membuat seseorang merasa lebih terjaga setelah minum kopi.
Efek tersebut membuat banyak orang mengandalkan kopi sebagai “penyelamat” di pagi hari. Sensasi segar yang muncul bukan karena energi baru tercipta, melainkan karena sinyal lelah ditekan sementara. Otak tetap bekerja, tetapi rasa kantuknya berkurang.
5 Jenis Kurma untuk Buka Puasa Ramadan, Ini yang Disukai Nabi
Selain menghambat adenosin, kafein juga merangsang pelepasan dopamin dan norepinefrin. Kedua neurotransmitter ini berkaitan dengan kewaspadaan, fokus, dan suasana hati yang lebih positif. Karena itu, banyak orang merasa lebih siap menghadapi pekerjaan atau belajar setelah minum kopi.
Penelitian menunjukkan kafein dapat meningkatkan beberapa aspek fungsi kognitif. Manfaat tersebut terutama terlihat pada memori jangka pendek dan kemampuan berkonsentrasi. Efek ini membantu otak tetap aktif dan mengurangi gangguan akibat rasa lelah.
Ruben Onsu Ungkap Menu Favorit Buka Puasa, Kurma hingga Lontong Oncom
Namun, respons setiap orang terhadap kafein berbeda. Tingkat toleransi, kebiasaan minum kopi, dan sensitivitas individu memengaruhi kuat atau lemahnya efek yang dirasakan. Pada sebagian orang, satu cangkir sudah cukup memberi dampak signifikan.