Ketahui Pentingnya Imunisasi pada Anak sejak Usia 9 Bulan di Masa Pandemi Covid-19
Prof. Soedjatmiko, menambahkan, selain itu anak umur 1 - 5 tahun harus mendapat imunisasi polio tetes OPV sedikitnya empat kali DPT-HepB-Hib empat kali, IPV satu kalu. Bila masih kurang, segera dilengkapi. Bila catatan hilang atau terselip dianggap belum lengkap, andaikata melebihi jumlah tersebut tidak berbahaya justru kekebalan lebih tinggi, karena berperan seperti booster.
"Karena banyak balita imunisasinya tidak lengkap kemungkinan seorang balita mendapat 3 suntikan sekaligus (MR, DPT-HepB-HiB dan IPV) ditambah polio tetes, sehingga tidak perlu bolak balik ke layanan imunisasi," kata dia.
Suntikan ganda, lanjutnya, juga dilakukan di banyak negara karena terbukti aman, KIPI-nya tidak lebih berat daripada suntikan tunggal, dan kekebalannya pun sama baiknya. "Oleh karena itu kami mengajak agar semua keluarga segera melengkapi imunisasi bayi dan balitanya agar terlindung dari sakit berat, cacat atau kematian," katanya.
Prof Iris Rengganis selaku Chairman Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI) mengatakan, pada dasarnya, imunisasi berfungsi meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
"Dewasa dan anak-anak membutuhkan imunisasi agar lebih sehat. Imunisasi dewasa yang direkomendasikan antara lain untuk Flu, Hepatitis A, Hepatitis B, Meningitis, Tifoid, dan PCV, HPV, dan Meningitis. Sedangkan untuk anak-anak, ada banyak yang direkomendasikan oleh Pemerintah dalam BIAN 2022," ujar Prof Iris.