Kenapa Orang Dewasa Disarankan Vaksin Campak? Ini Penjelasan BPOM
JAKARTA, iNews.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya buka suara soal alasan di balik anjuran vaksin campak untuk orang dewasa. Kebijakan ini bukan tanpa sebab, melainkan respons serius terhadap potensi lonjakan kasus yang bisa kembali terjadi sewaktu-waktu.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), meski angka kasus campak di Indonesia telah turun drastis hingga 93 persen, kelompok dewasa justru masih menyumbang sekitar 8 persen dari total kasus. Angka ini dinilai cukup signifikan, terutama karena risiko komplikasi pada orang dewasa cenderung lebih berat.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengungkapkan, orang dewasa memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap dampak serius campak. Hal ini dipicu oleh adanya penyakit penyerta (komorbid) serta tingkat paparan virus yang lebih tinggi akibat aktivitas dan mobilitas harian.
"Kelompok dewasa berisiko mengalami keparahan lebih tinggi, apalagi jika memiliki komorbid atau sering terpapar dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya, belum lama ini.
Izin Vaksin Campak untuk Dewasa Terbit, Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan
Selain itu, BPOM juga menyoroti adanya celah perlindungan imun pada sebagian orang dewasa. Tidak semua individu mendapatkan vaksinasi lengkap saat kecil, atau mengalami penurunan kekebalan seiring waktu. Kondisi ini membuat mereka kembali rentan terinfeksi virus campak.
Kelompok yang menjadi perhatian utama antara lain tenaga kesehatan sebagai garda terdepan, pelaku perjalanan internasional dengan mobilitas tinggi, serta individu yang sering berinteraksi dengan pasien dengan sistem imun lemah.
Meski Kasus Campak Turun Tajam, Kemenkes Ingatkan Tim Medis Tidak Abaikan Gejala Penyakit