Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 104.000 Kasus per Tahun, Kanker Payudara dan Paru Jadi Ancaman Utama di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Kanker Payudara Banyak Menyerang Perempuan Muda, Ini Penyebabnya!

Selasa, 21 April 2026 - 14:51:00 WIB
Kanker Payudara Banyak Menyerang Perempuan Muda, Ini Penyebabnya!
Kanker payudara mulai banyak diderita perempuan muda. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Tren kanker payudara di Indonesia kini menunjukkan pergeseran yang mengkhawatirkan. Jika dulu identik dengan usia lanjut, kini penyakit ini justru semakin banyak ditemukan pada perempuan usia muda.

Direktur Dharma Nugraha Hospital dr Putri Indah Sari mengungkapkan, kanker payudara menjadi kasus onkologi terbanyak yang ditangani di rumah sakit tersebut. Bahkan, mayoritas pasien datang dari kelompok usia produktif.

"Sekarang itu tidak harus usia lanjut. Di atas 30 tahun sudah mulai banyak, bahkan ada yang di bawah 35 tahun," ujarnya dalam wawancara bersama iNews.id di acara Introducing The New Dharma Nugraha Hospital, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2026).

Menjadi pertanyaan sekarang, apa penyebab perempuan muda kanker payudara? Simak berita selengkapnya hanya di artikel ini.

Praktisi kesehatan dr Putri Indah Sari. (Foto: Muhammad Sukardi)
Praktisi kesehatan dr Putri Indah Sari. (Foto: Muhammad Sukardi)

Penyebab Perempuan Muda Kanker Payudara

Menurut dr Indah, meningkatnya kasus kanker payudara pada usia muda tidak lepas dari berbagai faktor, salah satunya gaya hidup. Pola makan yang kurang sehat dinilai berperan dalam memicu ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

"Banyak makanan yang bisa memicu ketidakseimbangan hormonal. Jadi pada orang yang punya bakat genetik kanker, itu bisa mempercepat pertumbuhan sel kanker," jelas praktisi kesehatan itu.

Selain faktor genetik, perubahan gaya hidup modern juga ikut memperbesar risiko. Konsumsi makanan olahan, kurangnya aktivitas fisik, hingga paparan zat tertentu disebut dapat mempercepat munculnya kanker pada usia lebih dini.

Pentingnya Skrining Sejak Dini

Untuk menekan risiko dan mendeteksi kanker lebih awal, dr Indah menekankan pentingnya skrining rutin, terutama bagi perempuan yang sudah memasuki usia 30 tahun ke atas.

Salah satu metode yang umum digunakan adalah mammografi, yang menjadi standar utama dalam mendeteksi kanker payudara. Namun, pemeriksaan lain seperti USG payudara juga bisa menjadi alternatif, terutama jika dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman.

"Dengan USG payudara, selama dilakukan oleh dokter yang berpengalaman, itu bisa cukup memastikan apakah mengarah ke kanker atau tidak," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa jika ditemukan benjolan atau indikasi tertentu, pasien dapat menjalani pemeriksaan lanjutan seperti biopsi untuk memastikan apakah tumor tersebut ganas atau tidak, sekaligus menentukan stadium kanker.

Di momen yang sama, dr Indah mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga gejala memburuk untuk melakukan pemeriksaan. Deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker payudara.

Ia menyarankan perempuan untuk lebih peka terhadap perubahan pada tubuh, seperti munculnya benjolan di payudara, perubahan bentuk, atau rasa nyeri yang tidak biasa.

"Kalau ada keluhan, jangan ditunda. Segera periksa. Karena semakin cepat ditemukan, penanganannya juga akan jauh lebih baik," tuturnya.

Dengan meningkatnya kasus pada usia muda, kesadaran untuk melakukan skrining secara rutin menjadi semakin penting. Langkah sederhana ini dinilai dapat menyelamatkan banyak nyawa melalui deteksi dan penanganan sejak dini.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut