Kajian Ilmiah Ungkap Cara Kurangi Bahaya Penyakit Degeneratif lewat Layanan Telemedis
Tema yang diusung adalah “Advokasi Pengurangan Bahaya untuk Penanganan Perilaku Berisiko Melalui Layanan Telemedis”. Acara ini diselenggarakan secara daring di Jakarta, berkolaborasi antara IAI dan Koalisi Indonesia Bebas TAR.
Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Ardini Raksanagara menjelaskan, pandemi Covid-19 telah mendorong permasalahan baru terhadap kualitas kesehatan manusia di Indonesia. Sebabnya, selama pandemi, masyarakat kerap melakukan perilaku berisiko, seperti konsumsi rokok, alkohol dan obat-obatan, kebiasaan makan yang buruk dan tidak teratur, hingga jarang berolahraga.
Untuk memperbaiki kualitas kesehatan, maka konsep pengurangan bahaya perlu disosialisasikan secara masif di Indonesia.
“Konsep pengurangan bahaya (harm reduction) perlu disosialisasikan untuk mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat akibat perilaku berisiko yang dilakukan selama pandemi ini. Konsep ini sudah lazim diaplikasikan di negara-negara maju, dengan menggunakan produk yang dapat menekan risiko kesehatan ke tingkat serendah mungkin," kata Ardini dalam keterangan resminya.
Dia menjelaskan, dengan konsep ini negara-negara maju dapat memperbaiki kualitas kesehatan masyarakatnya dan menunjukkan dampak yang positif, sehingga dapat juga diterapkan di Indonesia.