Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Benarkah Jus Jambu Ampuh Atasi DBD? Ini Kata Dokter
Advertisement . Scroll to see content

Jangan Sepelekan Diare dan Penurunan Berat Badan, Bisa Jadi Gejala Kanker Kolorektal

Sabtu, 15 April 2023 - 23:04:00 WIB
Jangan Sepelekan Diare dan Penurunan Berat Badan, Bisa Jadi Gejala Kanker Kolorektal
Kenali Kanker Kolorektal dan cara pencegahannya (Foto: everlywell)
Advertisement . Scroll to see content

Memiliki kanker memengaruhi fisik, keadaan sosial, emosional, dan spiritual kehidupan. Ini yang disebut efek psikososial kanker. Sehingga, dibutuhkan intervensi atau pendekatan paliatif untuk membantu pasien kanker secara menyeluruh dan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhannya (end-to-end support)," ujarnya. 

Siti menambahkan, adanya intervensi psikososial yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap pasien kanker kolorektal, seperti adanya peningkatan harapan hidup pasien. Pendekatan paliatif dapat, kata dia, juga membantu pasien melalui masa sulit setelah terdiagnosa kanker, hingga dapat menerima dan berdamai dengan keadaan untuk menjalani hidup dengan lebih baik. 

"Dukungan dari lingkungan sekitar termasuk kita sebagai masyarakat juga berperan penting dalam menciptakan keadaan psikososial yang baik, menerima pasien kanker terutama pasien kanker kolorektal dengan tangan terbuka dan tanpa memandang sebelah mata dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien-pasien kanker,” tuturnya. 

Perjuangan Penyintas 

Dewi, salah satu penyintas mengungkapkan awalnya dia tidak merasakan gejala apa pun. Baik itu mual, kembung, ataupun terganggu pencernaannya. Namun, berat badannya turun terus-menerus. Dewi mengaku sempat bingung dengan kondisinya. Saat diperiksa, ternyata Hb saya sudah 5. 

"Setelah melalui beberapa proses pemeriksaan, ternyata ditemukan kanker pada bagian kolon. Kebetulan, saya menjalani pengobatan tanpa operasi. Karena proses pengobatan yang cukup berat, saya mengalami trauma hingga tidak ingin disentuh oleh dokter. Saya udah menjalani kemoterapi sebanyak 16 kali. Satu kali kemoterapi dapat memakan waktu 50 jam lebih," katanya. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut