Jangan Kalap! Ini 5 Tips Atasi Emotional Eating saat Buka Puasa Ramadan
3. Cari "Pelarian" Selain Makanan
Jika Anda merasa cemas, bosan, atau stres di sore hari menjelang berbuka, alihkan perhatian dengan aktivitas non-makanan. Anda bisa mencoba:
* Membaca buku atau menulis jurnal.
* Berjalan santai di sekitar rumah (ngabuburit sehat).
* Melakukan meditasi ringan atau berdzikir untuk menenangkan pikiran.
4. Fokus pada Nutrisi yang Bikin Kenyang Lama
Emotional eating sering kali dipicu oleh fluktuasi gula darah. Pastikan menu sahur dan berbuka Anda kaya akan:
* Serat: Sayur-sayuran dan buah-buahan.
* Protein: Ayam, ikan, tempe, atau telur.
* Lemak Sehat: Alpukat atau kacang-kacangan.
Nutrisi ini membantu hormon kenyang bekerja lebih optimal, sehingga keinginan makan impulsif bisa berkurang.
5. Tetapkan Jadwal Makan yang Teratur
Jangan melewatkan sahur! Melewatkan sahur hanya akan membuat emosi Anda lebih tidak stabil di siang hari karena lapar yang ekstrem, yang memicu "balas dendam" saat berbuka. Konsistensi jadwal membantu tubuh dan pikiran beradaptasi dengan ritme puasa.
Mengelola emotional eating adalah bentuk mencintai diri sendiri dan menghargai keberkahan ibadah puasa. Mari berbuka dengan kesadaran, bukan sekadar pemuasan keinginan.
Editor: Dani M Dahwilani