Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Detik-Detik Bayi 1,5 Tahun Alami Hipotermia di Gunung Ungaran, Menangis Kedinginan Dibalut Aluminium Foil
Advertisement . Scroll to see content

Hipotermia pada Anak Bisa Berujung Kematian, Orang Tua Wajib Paham!

Senin, 13 April 2026 - 18:02:00 WIB
Hipotermia pada Anak Bisa Berujung Kematian, Orang Tua Wajib Paham!
Hipotermia pada anak sangat berisiko kematian. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Dicky juga menjelaskan bahwa lingkungan gunung memperbesar risiko tersebut. Kombinasi suhu rendah, angin, dan kelembaban membuat tubuh kehilangan panas lebih cepat.

Gejala Awal Hipotermia pada Anak Umumnya Tidak Disadari

Lebih mengkhawatirkan lagi, ujar dr Dicky, gejala awal hipotermia pada anak sering tidak disadari. Anak belum mampu mengkomunikasikan kondisi tubuhnya, sementara orang tua kerap menganggap gejala seperti menggigil atau lemas sebagai hal biasa.

"Banyak kasus terlambat ditangani karena dianggap hanya kelelahan atau kedinginan biasa. Padahal sudah masuk fase berbahaya," tegasnya.

Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan gangguan serius, mulai dari penurunan kesadaran, gangguan pernapasan, aritmia jantung, hingga kematian.

Ia pun mengingatkan bahwa banyak kasus seperti ini sebenarnya bukan semata karena kondisi alam, melainkan kesalahan manusia dalam menilai risiko.

"Sering kali ini terjadi karena human error dan salah perhitungan risiko," tegas dr Dicky.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut