Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harley-Davidson Jadi Rebutan Lelang Aset Negara di BPA Fair 2026
Advertisement . Scroll to see content

Heboh Kandungan BPA Bisa Sebabkan Persalinan Prematur, Dokter Ungkap Faktanya

Rabu, 23 Oktober 2024 - 21:56:00 WIB
Heboh Kandungan BPA Bisa Sebabkan Persalinan Prematur, Dokter Ungkap Faktanya
Heboh Kandungan BPA Bisa Sebabkan Persalinan Prematur, Dokter Ungkap Faktanya (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Belakangan ini ramai mengenai kandungan BPA (Bisphenol-A) dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Bahkan, terbarunya disebut dapat mengganggu infertilitas atau gangguan kesuburan pada perempuan, dan menyebabkan mikropenis pada laki-laki.

Lantas, apakah benar kandungan BPA dapat mengganggu kesehatan infertilitas pada perempuan? Ya, selama ini masyarakat masih dibuat bingung dengan perdebatan hal tersebut. Padahal, pernyataan tersebut tidak mendasar.

Spesialis kandungan & kebidanan dari Tzu Chi Hospital dokter Ervan Surya mengatakan, masyarakat perlu cermat ketika membaca penelitian mengenai BPA yang beredar di media sosial. “Berdasarkan studi meta-analisis, tidak ada korelasi antara BPA dengan gangguan kesuburan," kata dokter Ervan Surya melalui keterangannya.

Dia menjelaskan, dalam studi meta-analisis yang dilakukan sepanjang 2013 - 2022, meneliti kaitan antara BPA dan fertilitas perempuan dengan melihat tiga parameter, yaitu kebutuhan akan IVF (in-vitro fertilization) atau bayi tabung, PCOS (polycystic ovarian syndrome) dan endometriosis. "Ternyata tidak ditemukan hubungan antara BPA dengan endometriosis, IVF dan PCOS,” ujarnya.

Isu lain menyebutkan, BPA bisa menyebabkan persalinan prematur. Hal ini tidak terbukti melalui studi meta-analisis terhadap tujuh penelitian dengan total 3.004 partisipan. Studi meta-analisis lain mengulas hubungan antara paparan BPA saat kehamilan dengan kelahiran. “Ternyata kesimpulannya, tidak ada kaitan antara paparan BPA dengan usia kehamilan, panjang bayi, berat badan bayi, dan lingkar kepala bayi,” kata dokter Ervan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut