Hati-Hati! Kotoran Tikus Kering Bisa Sebabkan Hantavirus
Karena itu, masyarakat diminta tidak membersihkan kotoran tikus dalam kondisi kering. Menyapu secara langsung justru berisiko membuat partikel virus beterbangan di udara dan mudah terhirup.
Dinkes DKI menyarankan agar area yang terkontaminasi terlebih dahulu disemprot menggunakan cairan desinfektan atau pemutih sebelum dibersihkan. Ventilasi ruangan juga perlu diperhatikan agar sirkulasi udara tetap baik.
"Dipastikan ventilasinya bagus, kemudian jangan dibersihkan dalam keadaan kering. Jadi harus disemprot dulu dengan desinfektan. Kalau di rumah bisa menggunakan cairan pemutih sebelum dibersihkan kotorannya," katanya.
Selain menjaga kebersihan rumah, masyarakat juga diimbau mengurangi risiko keberadaan tikus dengan menyimpan makanan di tempat tertutup, rutin membuang sampah, dan menutup celah yang dapat menjadi akses masuk tikus ke dalam rumah.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat, terutama tikus. Gejalanya dapat menyerupai flu seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan pada kondisi berat.
Untuk memperkuat pengawasan, Dinkes DKI Jakarta telah menunjuk sejumlah RSUD sebagai rumah sakit sentinel guna mendeteksi lebih dini kemungkinan kasus Hantavirus di masyarakat.
Editor: Muhammad Sukardi