Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hantavirus di DKI Jakarta Menular Antarmanusia? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Hati-Hati! Kotoran Tikus Kering Bisa Sebabkan Hantavirus

Senin, 18 Mei 2026 - 10:55:00 WIB
Hati-Hati! Kotoran Tikus Kering Bisa Sebabkan Hantavirus
Kotoran tikus kering bisa menyebabkan Hantavirus. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membersihkan area yang banyak ditemukan tikus dan kotorannya. Pasalnya, kotoran tikus yang mengering dapat menjadi salah satu media penularan Hantavirus.

Peringatan ini disampaikan menyusul ditemukannya tiga kasus positif Hantavirus di Jakarta. Selain itu, Dinkes DKI juga masih memantau enam kasus suspek yang diduga terpapar virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta drg Ani Ruspitawati menjelaskan, penularan Hantavirus paling sering terjadi melalui inhalasi aerosol. Kondisi ini terjadi ketika partikel dari kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi mengering lalu bercampur dengan udara dan terhirup manusia.

"Yang paling utama dengan inhalasi aerosol, jadi dari kotoran tikus, air liur maupun kencingnya, kalau kemudian dia kering lalu bercampur dengan partikel udara, itu bisa terhirup oleh kita," ujar Ani, Senin (18/5/2026).

Selain melalui udara, penularan juga dapat terjadi akibat kontak langsung dengan sekresi tikus maupun gigitan tikus yang terinfeksi virus.

Karena itu, masyarakat diminta tidak membersihkan kotoran tikus dalam kondisi kering. Menyapu secara langsung justru berisiko membuat partikel virus beterbangan di udara dan mudah terhirup.

Dinkes DKI menyarankan agar area yang terkontaminasi terlebih dahulu disemprot menggunakan cairan desinfektan atau pemutih sebelum dibersihkan. Ventilasi ruangan juga perlu diperhatikan agar sirkulasi udara tetap baik.

"Dipastikan ventilasinya bagus, kemudian jangan dibersihkan dalam keadaan kering. Jadi harus disemprot dulu dengan desinfektan. Kalau di rumah bisa menggunakan cairan pemutih sebelum dibersihkan kotorannya," katanya.

Selain menjaga kebersihan rumah, masyarakat juga diimbau mengurangi risiko keberadaan tikus dengan menyimpan makanan di tempat tertutup, rutin membuang sampah, dan menutup celah yang dapat menjadi akses masuk tikus ke dalam rumah.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat, terutama tikus. Gejalanya dapat menyerupai flu seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan pada kondisi berat.

Untuk memperkuat pengawasan, Dinkes DKI Jakarta telah menunjuk sejumlah RSUD sebagai rumah sakit sentinel guna mendeteksi lebih dini kemungkinan kasus Hantavirus di masyarakat.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut