Kenali Faktor Risiko Kanker Usus, Mulai dari Genetik hingga Jenis Kelamin
Makanan
Orang yang tidak suka makan sayur dan buah yang mengandung serat tinggi rentan mengalami perlukaan dan polip kolorektal, sehingga meningkatkan risiko kanker kolorektal. Selain itu, makanan tinggi lemak seperti daging merah, jeroan dan daging olahan seperti kornet, sosis, serta burger meningkatkan risiko kanker usus. Apalagi, jika jenis makanan tersebut digoreng menggunakan minyak dengan suhu tinggi atau dibakar. Bagian gosong berwarna hitam pada makanan yang dibakar tersebut merupakan zat karsinogenik yang memicu terjadinya kanker.
Jarang bergerak
Pola hidup malas-malasan, jarang bergerak dan olahraga disebut sebagai gaya hidup sedenter. Pola hidup ini nantinya menyebabkan seseorang mengalami berat badan berlebih atau obesitas hingga penyakit metabolik seperti diabetes yang meningkatkan risiko kanker kolorektal. Berat badan berlebih atau obesitas. Pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, insulin bisa menjadi resisten dan akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh, sehingga risiko kanker pun akan meningkat. Sebab, insulin merupakan salah satu sel yang mempromosikan sel kanker.
Rokok dan alkohol
Faktor risiko kanker usus berikutnya adalah rokok dan alkohol. Zat dalam rokok dan alkohol diketahui dapat meningkatkan munculnya radikal bebas dalam tubuh, sehingga dapat memicu kanker.
Polip usus
Polip juga dapat tumbuh di usus. Perlu diketahui, polip ini bukanlah kanker. Tetapi, dapat berkembang menjadi kanker dalam jangka waktu yang lama. Risiko Anda terkena kanker tergantung pada seberapa banyak polip yang Anda miliki, dan seberapa besar ukurannya.
Penyakit tertentu
Penyakit tertentu seperti diabetes atau batu empedu juga menjadi faktor risiko kanker usus. Organ pankreas pada penderita diabetes tidak bekerja dengan baik. Hal itulah yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus.