DKI Jakarta Konfirmasi 3 Kasus Positif Hantavirus
"Kami sudah menempatkan beberapa RSUD sebagai rumah sakit sentinel untuk memberikan monitoring yang lebih ketat menangkap adanya suspek kasus Hantavirus yang ada di masyarakat," katanya.
Dinkes juga menyiapkan tim gerak cepat yang akan diterjunkan apabila terjadi peningkatan kasus secara signifikan di tengah masyarakat.
Ani menjelaskan, penularan Hantavirus paling sering terjadi melalui inhalasi aerosol. Virus dapat menyebar ketika partikel dari kotoran, air liur, atau urin tikus yang terinfeksi mengering dan bercampur dengan udara, lalu terhirup manusia.
"Yang paling utama ada dengan inhalasi aerosol, jadi dari kotoran tikus, air liur maupun kencingnya, kalau kemudian dia kering lalu bercampur dengan partikel udara, itu bisa terhirup oleh kita," ujarnya.
Selain melalui udara, penularan juga bisa terjadi akibat kontak langsung dengan sekresi tikus atau gigitan tikus yang terinfeksi virus.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat membersihkan gudang, area lembap, atau lokasi yang banyak ditemukan tikus dan kotorannya. Dinkes mengingatkan agar area tersebut tidak dibersihkan dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara.
"Dipastikan ventilasinya bagus, kemudian jangan dibersihkan dalam keadaan kering. Jadi harus disemprot dulu dengan desinfektan. Kalau di rumah bisa menggunakan cairan pemutih sebelum dibersihkan kotorannya," tutur Ani.
Editor: Muhammad Sukardi