Daftar Efek Negatif Gula Berlebih bagi Kecantikan dan Cara Mengatasinya
Misalnya, kue nastar yang tampak kecil ternyata mengandung kalori tinggi setara dengan seporsi nasi padang. Karena itu, penting untuk membaca label nutrisi pada kemasan dan memilih alternatif yang lebih sehat.
Selain jerawat, penyakit-penyakit berbahaya berikut ini juga bisa timbul jika Anda mengonsumsi gula secara berlebihan:
- Diabetes melitus: Kelebihan gula menyebabkan kerja pankreas lebih berat dalam memproduksi insulin.
- Penyakit jantung: Gula dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, yang berkontribusi pada penyakit kardiovaskular.
- Kolesterol tinggi: Gula tersembunyi dalam makanan olahan seringkali menjadi penyebab peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.
- Kanker: Sel kanker menggunakan gula sebagai sumber energi. Untuk kamu yang memiliki kecenderungan genetik, konsumsi gula berlebih dapat memicu perkembangan sel kanker lebih cepat.
Dengan risiko masalah kesehatan tersebut, disarankan untuk beralih ke gula low-GI atau gula dengan indeks glikemik rendah atau gula ramah. Dokter Sonia menerangkan, contoh gula indeks glikemik rendah antara lain gula lontar, gula aren, gula kelapa dan kurma.
Gula Ramah dapat menjadi pilihan lebih sehat, bisa menghindari dari lonjakan gula darah dan mendukung kesehatan kulit dan tubuh.
Gula Ramah seperti gula lontar ini termasuk Gula yang membuat gula darah lebih stabil, sehingga membantu menghindari penambahan berat badan dan mencegah penyakit seperti diabetes dan jantung.