Bayi Lahir Prematur Berisiko Stunting, Ketahui Nutrisi yang Dibutuhkan hingga Penanganannya
"Di sisi eksternal, kami fokus pada pengampuan rumah sakit dan mengadakan program pendidikan dan/atau pelatihan profesi tambahan bagi dokter spesialis. Di sisi internal, kami melakukan deteksi dan pencegahan dini malnutrisi, penyediaan terapi nutrisi mulai dari parenteral, enteral dan oral serta menyediakan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK)," kata dr Lies Dina.
Lebih lanjut dia menjelaskan, di RSCM, bagi pasien neonatus dan anak, rumah sakit melakukan pemantauan pertumbuhan lewat grafik dan memberikan dukungan terapi nutrisi berupa total parenteral nutrition dan bahan pangan khusus. Kerja sama dengan pihak keluarga dan edukasi mengenai pemahaman tengkes kepada orang tua juga menjadi bagian yang penting.
Sementara itu, Presiden Direktur Fresenius Kabi Indonesia, Indrawati Taurus menyatakan, Fresenius Kabi terus berkomitmen memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia, dalam hal ini mendukung pemerintah menurunkan angka prevalensi tengkes di Indonesia dengan menyediakan program edukasi, solusi nutrisi parenteral agar nutrisi bayi prematur atau Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) tercukupi.
"Kami berharap fasilitas kesehatan dapat turut bersama-sama memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga dalam mendeteksi dini malnutrisi dan mencegah tengkes. Fresenius Kabi selalu mendukung program edukasi terkait tata laksana tengkes di Rumah Sakit kepada tenaga kesehatan di beberapa kota di Indonesia dan program ini akan terus dilakukan di tahun 2023," ujar dia.
Editor: Vien Dimyati