Apakah Pria dengan Penyakit Azoospermia Masih Bisa Punya Anak? Ini Jawabannya
Ini disebabkan oleh sumbatan pada saluran reproduksi seperti di epididimis atau vas deferens yang menghalangi sperma keluar. Testis biasanya masih memproduksi sperma normal, dan penanganannya bisa melalui pembedahan atau pengambilan sperma langsung dari testis untuk program bayi tabung (IVF).
Ini terjadi karena gangguan produksi sperma di testis, bisa akibat kelainan genetik, hormonal, atau masalah testis seperti varikokel. Penanganannya lebih kompleks dan sering memerlukan terapi hormonal.
"Faktor penyebab Azoospermia itu beragam, mulai dari kelainan genetik, gangguan hormonal, infeksi atau peradangan di organ reproduksi, efek samping pengobatan, hingga efek samping dari prosedur medis tertentu seperti kemoterapi atau operasi di daerah testis," papar dr Widya.
Seperti dijelaskan di atas, pria dengan masalah azoospermia masih punya potensi untuk memiliki anak. Ada beberapa metode yang bisa membantu, antara lain:
1. Pembedahan untuk Mengatasi Penyumbatan
Jika azoospermia disebabkan sumbatan di saluran sperma, prosedur operasi dapat membantu membuka kembali jalur sperma.