Aksi Minum Oli Viral di Medsos, Dokter Tegaskan Berisiko Mematikan!
Yang menjadi persoalan, lanjut dia, efek-efek tersebut tidak selalu muncul secara langsung. Kondisi ini kerap menimbulkan persepsi keliru di masyarakat bahwa konsumsi oli tidak berbahaya.
"Padahal kerusakan bisa terjadi diam-diam dan baru terasa saat sudah parah," katanya.
Fenomena ini tidak bisa dipandang remeh karena berpotensi menimbulkan dampak lebih luas dalam konteks kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan adanya risiko social contagion effect, yakni kecenderungan perilaku berbahaya untuk ditiru secara massal.
"Kalau dibiarkan, ini bisa memicu klaster keracunan massal dan membebani fasilitas kesehatan seperti IGD dan ICU," katanya.
Dia pun mencontohkan, kasus serupa pernah terjadi di berbagai negara saat pandemi Covid-19 ketika masyarakat terpengaruh misinformasi dan mengonsumsi zat berbahaya seperti disinfektan, metanol, hingga cairan pemutih. Akibatnya, banyak korban mengalami keracunan akut, gagal napas, kerusakan organ, bahkan kematian.