Aksi Minum Oli Viral di Medsos, Dokter Tegaskan Berisiko Mematikan!
"Kalau dibiarkan, ini bisa memicu klaster keracunan massal dan membebani fasilitas kesehatan seperti IGD dan ICU," katanya.
Dia pun mencontohkan, kasus serupa pernah terjadi di berbagai negara saat pandemi Covid-19 ketika masyarakat terpengaruh misinformasi dan mengonsumsi zat berbahaya seperti disinfektan, metanol, hingga cairan pemutih. Akibatnya, banyak korban mengalami keracunan akut, gagal napas, kerusakan organ, bahkan kematian.
Belajar dari pengalaman tersebut, dr Dicky menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dari pemerintah. Klarifikasi berbasis sains harus segera disampaikan kepada publik untuk melawan misinformasi yang terlanjur menyebar.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan literasi kesehatan masyarakat agar mampu memilah informasi yang benar, serta penindakan terhadap konten berbahaya di media sosial yang berpotensi mendorong perilaku serupa.
"Ini bukan hanya soal edukasi, tapi juga soal komunikasi risiko yang harus diperbaiki secara sistematis," ujarnya.
Editor: Muhammad Sukardi