Aksi Minum Oli Viral di Medsos, Dokter Tegaskan Berisiko Mematikan!
Namun, bahaya tidak berhenti di situ. Dokter Dicky menyoroti risiko yang jauh lebih mematikan, yakni aspirasi pneumonitis atau kondisi ketika cairan oli masuk ke paru-paru saat seseorang muntah.
"Kalau muntahan masuk ke paru, itu bisa memicu peradangan paru akut, menyebabkan hipoksia, bahkan berujung kematian," katanya.
Selain menyerang sistem pencernaan dan pernapasan, paparan zat dalam oli juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Dalam kondisi tertentu, seseorang bisa mengalami pusing, penurunan kesadaran, hingga gangguan neurologis akibat sifat toksik hidrokarbon.
Lebih jauh, dr Dicky mengingatkan bahwa dampak konsumsi oli tidak hanya bersifat jangka pendek. Dalam jangka panjang, paparan zat berbahaya tersebut berpotensi merusak berbagai organ vital.
"Bisa terjadi kerusakan hati, ginjal, gangguan darah karena logam berat, bahkan berisiko memicu kanker dan gangguan hormon," ujarnya.