3 Dokter Magang Meninggal Dalam Sebulan, Begini Langkah Kemenkes
JAKARTA, iNews.id - Kasus tiga dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang meninggal dunia pada Februari hingga Maret 2026 menjadi perhatian publik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan kejadian tersebut bukan akibat kelebihan beban kerja atau overwork seperti yang ramai diperbincangkan.
Kemenkes menyampaikan klarifikasi setelah melakukan penelusuran untuk memastikan aspek keselamatan, kesejahteraan, serta kondisi kerja para dokter yang mengikuti program magang secara nasional.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, dr Yuli Farianti, mengatakan identifikasi kronologi setiap kasus telah dilakukan bersama Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Pusat, KIKI Provinsi, serta dokter pendamping di lokasi penugasan.
Dia menjelaskan hasil penelusuran menunjukkan setiap dokter yang meninggal memiliki kondisi medis berbeda.
Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Waspada Campak usai Dokter di Cianjur Meninggal, Ini Isinya
Kasus pertama terkait penyakit campak yang disertai komplikasi pada jantung dan otak. Kasus kedua diduga berkaitan dengan anemia, sementara kasus ketiga disebabkan demam berdarah dengue (DBD) yang berkembang menjadi komplikasi syok atau Dengue Shock Syndrome.