Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Avisi dan UPH Ungkap Ada 49,5 Juta Penonton Film Bajakan di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Film Indonesia–Korea Tolong Saya Jadi Angin Segar Industri Perfilman, Ini Alasannya!

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:51:00 WIB
Film Indonesia–Korea Tolong Saya Jadi Angin Segar Industri Perfilman, Ini Alasannya!
Film Tolong Saya jadi angin segar perfilman nasional karena memadukan budaya dari dua negara, Indonesia dan Korea Selatan. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Herty, besarnya basis penggemar drama Korea di Indonesia, mulai dari ibu rumah tangga hingga generasi muda, menjadi potensi kuat. Hal inilah yang mendorong Heart Pictures menggandeng aktor Korea dan membangun cerita yang berakar pada budaya kedua negara.

Tak Sekadar Horor, Angkat Isu Kekerasan terhadap Perempuan

Lebih dari sekadar menampilkan ketegangan dan teror, film Tolong Saya juga membawa pesan sosial. Film ini mengangkat isu kekerasan terhadap perempuan melalui kisah arwah penasaran yang mencari keadilan.

Cerita berpusat pada Tania (Saskia Chadwick), mahasiswi asal Indonesia yang menempuh studi di Korea Selatan. Hidupnya berubah drastis saat dia diteror dan dirasuki arwah Min Young (Kim Seo Young), perempuan korban kekerasan seksual yang meninggal secara misterius.

Bersama Dr. Park Binjae (Kim Giba) dan sahabatnya Sherly (Aruma Khodijah), Tania berusaha mengungkap kebenaran di balik kematian Min Young. Konflik kian rumit ketika Dion, teman lama sekaligus cinta pertama Tania, muncul sebagai sosok obsesif yang justru menjadi penghalang.

Perpaduan alur horor, psikologis, dan romansa inilah yang membuat Tolong Saya terasa berbeda dari film horor kebanyakan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut