Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Susno Duadji Klaim Tak Ada Perang Bintang di Kasus Febrie Adriansyah: Polri-Kejagung Punya Musuh Sama
Advertisement . Scroll to see content

Sandra Dewi Menahan Tangis Curhat soal Kondisi Babel: Mencekam, Banyak Warga Kehilangan Mata Pencarian

Jumat, 11 Oktober 2024 - 16:05:00 WIB
Sandra Dewi Menahan Tangis Curhat soal Kondisi Babel: Mencekam, Banyak Warga Kehilangan Mata Pencarian
Sandra Dewi menyebut kondisi Babel saat ini mencekam dan banyak masyarakat kehilangan mata pencarian karena kasus dugaan korupsi PT Timah. (iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

Kolong Timah sudah Ada sejak Lama

Sandra Dewi juga mengomentari terkait potensi kerugian alam yang disebutkan dalam kasus ini mencapai triliunan rupiah. Sebagai putri Bangka Belitung, dia menyebut kolong-kolong timah di sana sudah ada lama sekali, sejak zaman nenek moyangnya ratusan tahun lalu. Karena itu, dia merasa tidak adil jika kerugian alam yang terjadi di sana dikaitkan dengan perusahaan suaminya.

"Saya waktu datang ke Jakarta sudah ada kolong-kolong bekas timah ini. Apakah adil disalahkan kepada kerja sama yang hanya satu setengah tahun antara swasta dan juga PT Timah," kata Sandra Dewi. 

Dia berharap, pemerintah memberikan solusi terhadap kondisi masyarakat Babel yang saat ini kehilangan mata pencahariannya karena kasus dugaan korupsi yang menyeret suaminya. Kasus ini tidak hanya menjadi masalahnya dan keluarga, tetapi masyarakat Babel.

"Jadi hari ini saya hanya menyampaikan apa yang saudara saya sampaikan di Bangka Belitung. Semoga ada peraturan yang sesuai dengan kondisi untuk masyarakat Bangka Belitung karena ini bukan hanya masalah saya, tapi masalah di Bangka Belitung."

Dia menyebutkan, pihak swasta yang mengelola timah di Babel sangat membantu perekonomian masyarakat setempat dan memberikan lapangan pekerjaan.  

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut