Sandra Dewi Menahan Tangis Curhat soal Kondisi Babel: Mencekam, Banyak Warga Kehilangan Mata Pencarian
Sandra Dewi juga mengomentari terkait potensi kerugian alam yang disebutkan dalam kasus ini mencapai triliunan rupiah. Sebagai putri Bangka Belitung, dia menyebut kolong-kolong timah di sana sudah ada lama sekali, sejak zaman nenek moyangnya ratusan tahun lalu. Karena itu, dia merasa tidak adil jika kerugian alam yang terjadi di sana dikaitkan dengan perusahaan suaminya.
"Saya waktu datang ke Jakarta sudah ada kolong-kolong bekas timah ini. Apakah adil disalahkan kepada kerja sama yang hanya satu setengah tahun antara swasta dan juga PT Timah," kata Sandra Dewi.
Dia berharap, pemerintah memberikan solusi terhadap kondisi masyarakat Babel yang saat ini kehilangan mata pencahariannya karena kasus dugaan korupsi yang menyeret suaminya. Kasus ini tidak hanya menjadi masalahnya dan keluarga, tetapi masyarakat Babel.
"Jadi hari ini saya hanya menyampaikan apa yang saudara saya sampaikan di Bangka Belitung. Semoga ada peraturan yang sesuai dengan kondisi untuk masyarakat Bangka Belitung karena ini bukan hanya masalah saya, tapi masalah di Bangka Belitung."
Dia menyebutkan, pihak swasta yang mengelola timah di Babel sangat membantu perekonomian masyarakat setempat dan memberikan lapangan pekerjaan.