Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rieke Diah Pitaloka Soroti Kasus Bunuh Diri Anak di Ngada, Singgung Kemiskinan dan Data Bantuan
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur NTT Murka: Malu Saya, Ada Anak Meninggal karena Tidak Bisa Beli Buku

Rabu, 04 Februari 2026 - 20:54:00 WIB
Gubernur NTT Murka: Malu Saya, Ada Anak Meninggal karena Tidak Bisa Beli Buku
Kematian tragis seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada akibat tekanan kemiskinan memicu kemarahan besar sekaligus rasa malu mendalam bagi Gubernur NTT. Foto:iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

Kekecewaan Gubernur semakin memuncak lantaran lambatnya respons dari Pemerintah Kabupaten Ngada dalam memberikan penjelasan resmi terkait kronologi kejadian.

Melki mengaku sempat menghubungi kepala daerah setempat namun tidak segera mendapatkan tanggapan yang memadai, hingga akhirnya dia harus menerjunkan timnya sendiri untuk melakukan pengecekan di lapangan. Dia memperingatkan agar pemerintah daerah tidak terbiasa dengan kemiskinan hingga menganggap kematian seperti ini sebagai hal yang lumrah.

Di akhir pernyataannya, Gubernur menyerukan agar kejadian ini menjadi momen pertobatan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan di NTT. Melki menginstruksikan kepada jajarannya agar lebih peka terhadap warga yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, karena meskipun anggaran terbatas, negara harus hadir untuk urusan-urusan mendasar seperti kebutuhan sekolah anak-anak.

Tragedi ini menimpa YBS, bocah berusia 10 tahun yang ditemukan meninggal dunia di sebuah pohon cengkeh dekat pondok bambunya setelah permintaannya untuk membeli buku dan pulpen tidak mampu dipenuhi oleh sang ibu.

Sepucuk surat perpisahan dalam bahasa daerah yang ditinggalkan korban menjadi saksi bisu betapa berat beban yang harus dipikul oleh seorang anak kecil di tengah himpitan ekonomi.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut