Gubernur NTT Murka: Malu Saya, Ada Anak Meninggal karena Tidak Bisa Beli Buku
KUPANG, iNews.id - Kematian tragis seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada akibat tekanan kemiskinan memicu kemarahan besar sekaligus rasa malu mendalam bagi Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Dengan nada emosional, Gubernur menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa karena menyangkut hilangnya nyawa seorang anak yang hanya ingin memiliki buku sekolah.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Melki saat menghadiri acara di Universitas Citra Bangsa, Kupang. Ia mengaku sangat terpukul karena kasus ini telah menjadi sorotan nasional hingga mengundang pertanyaan dari berbagai menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara.
Baginya, kenyataan bahwa ada warga NTT yang harus kehilangan nyawa hanya karena tidak mampu membeli peralatan sekolah adalah sebuah tamparan keras bagi martabat daerah.
Gubernur Melki secara terbuka menyebut tragedi ini sebagai bentuk kegagalan sistemik. Dia tidak hanya menyalahkan pemerintah daerah, tetapi juga menyoroti peran pranata sosial, agama, dan budaya yang dianggap gagal mendeteksi serta membantu warganya yang sedang kesulitan. Baginya, pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten telah lalai menjalankan fungsinya sebagai pelindung rakyat.