Bos Kartel Narkoba Tewas, Meksiko Mencekam
PUERTO VALLARTA, iNews.id – Bos kartel narkoba El Mencho tewas dalam operasi federal dan memicu gelombang kekerasan yang membuat Meksiko mencekam, khususnya di negara bagian Jalisco. Kerusuhan meluas hingga menghancurkan Puerto Vallarta yang dikenal sebagai destinasi wisata populer.
Kematian pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco terjadi saat dia dalam proses pemindahan ke Mexico City setelah mengalami luka dalam operasi federal. Insiden tersebut langsung memantik aksi balasan dari kelompok bersenjata.
Rekaman drone memperlihatkan jalan-jalan Puerto Vallarta kosong tanpa aktivitas. Sejumlah kendaraan terbakar dibiarkan di tengah jalan, sementara banyak toko tutup dan beberapa bangunan rusak berat dengan puing berserakan.
Kerusuhan pecah pada Minggu dan menyebar ke sejumlah wilayah. Anggota kartel memblokir jalan, membakar kendaraan, serta menyerang berbagai tempat usaha.
Plaza Sinopolis Mexico ikut dilalap api dalam rangkaian kekacauan tersebut. Aksi pembakaran juga terjadi di toko kebutuhan sehari-hari, membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri saat api membesar.
Bandara Internasional Guadalajara di Jalisco menjadi sasaran berikutnya. Kelompok bersenjata berupaya menguasai area bandara menggunakan senjata api sebelum aparat memperketat pengamanan.
Otoritas negara bagian dan federal langsung menggelar operasi keamanan besar-besaran. Pasukan ditempatkan di lokasi strategis untuk menjaga keselamatan warga dan pengunjung.
Gubernur Jalisco mengumumkan pengaktifan kode merah melalui media sosial. Seluruh aktivitas non-esensial dihentikan guna mencegah ancaman lanjutan terhadap masyarakat.
Menurut Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Warga Negara, 25 anggota garda nasional dan 30 anggota kelompok kejahatan terorganisir tewas dalam bentrokan tersebut. Operasi pemulihan keamanan masih berlangsung di berbagai titik.
Situasi keamanan di Jalisco terus dipantau ketat. Pemerintah berupaya mengendalikan kondisi setelah kematian bos kartel narkoba yang mengguncang stabilitas wilayah tersebut.
Editor: Abdul Haris