Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : VinFast Janji Tambah Investasi Rp16,6 Triliun, Begini Respons Pemerintah
Advertisement . Scroll to see content

Revolusi Industri 4.0, Darmin: Kita Tidak Bisa Menghindarinya

Senin, 11 Desember 2017 - 16:24:00 WIB
Revolusi Industri 4.0, Darmin: Kita Tidak Bisa Menghindarinya
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)
Advertisement . Scroll to see content

“Pemerintah sudah punya langkah walaupun untuk mewujudkan dalam skala besar ternyata bukan main,” kata Darmin.

Revolusi indutri 4.0 memang mengedepankan otomasi dalam proses produksi industri yaitu memanfaatkan tenaga robotik yang terhubung dengan internet dalam pengoperasiannya. Di Indonesia, industri yang sudah siap menjalankan revolusi industri 4.0 antara lain industri petrokimian, makanan dan minumman, semen, dan otomotif.

Revolusi industri 4.0 pertama kali dicetuskan pada 2011 oleh Jerman dan kemudian menjadi tema utama pada World Economic Forum (WEF) 2016 di Davos, Swiss. Sejumlah negara yang telah memiliki program-program untuk mendukung industrinya menuju revolusi tersebut antara lain Jerman, Inggris, Amerika Serikat, China, India, Jepang, Korea, dan Vietnam.

Darmin mengatakan, perkembangan digital saat ini memang tak bisa lagi dibendung. Untuk itu, industri diminta cermat menghasilkan produk-produk yang unggul meski dalam hal teknologi masih kalah bersaing.

“Soal digital ini, kita harus cermat bisa memilih apa saja yang kita bisa unggul. Kalau kita lihat apa yang dominan diperdagangkan oleh marketplace dunia, produk yang bisa kita hasilkan memang bukan yang teknologinya tinggi. Itu harus diakui. Tapi ada hal yang skalanya luar biasa, misalnya produk karet dari mobil dan sebagainya,” ucap Darmin.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut