Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kendaraan Listrik Tak Terbendung, Hilirisasi Nikel Jadi Senjata Utama Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Kontribusi Industri Baterai Kendaraan Listrik terhadap PDB Diprediksi Rp400 Triliun dan Serap 23.000 Pekerja 

Selasa, 02 Februari 2021 - 20:17:00 WIB
Kontribusi Industri Baterai Kendaraan Listrik terhadap PDB Diprediksi Rp400 Triliun dan Serap 23.000 Pekerja 
Industri baterai kendaraan listrik diperkirakan akan memberi dampak terhadap perekonomian Indonesia sebesar 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp400 triliun pada 2027.  (Foto: Engadget)
Advertisement . Scroll to see content

IBC juga akan memproduksi 2 juta unit kendaraan roda empat atau mobil di tahun yang sama. Pahala menyebut, target produksi tersebut disesuaikan dengan potensi pasar di Tanah Air. Indonesia menjadi pasar terbesar di dunia dalam bisnis otomotif.  

"Pasar penjualan roda dua dan roda empat di Indonesia ini tentu termasuk salah satu yang terbesar di dunia saat ini. Indonesia memiliki potensi untuk bisa menjual motor sekitar 10 juta lebih di tahun 2025 nanti. Mobil mencapai kurang lebih 2 juta unit," ujarnya.  

Indonesia harus membangun keuntungan rantai pasok yang kompetitif. Sebab, prospek pengembangan industri baterai sangat strategis. Sebab itu, Kementerian BUMM tatap memastikan Indonesia tak sekadar memiliki sumber daya, tapi juga mampu mempunyai pasar bagi industri baterai ke depan.  

Dia berharap, Indonesia tidak sekadar mengekspor nikel atau menjadi menjadi negara konsumtif saja, melainkan Indonesia mampu menjadi negara yang juga produsen.  

"Bagaimana kita bisa menbangun keuntungan rantai pasok yang kompetitif ini tentunya menjadi tantangan kita bersama, ini tentunya menjadi para pemain. Yang menjadi pemikiran kita semua adalah para pemilik teknologi baterai yang sudah maju ini. Bagaimana mereka bisa dan kita pastikan mereka membawa teknologinya dan juga berproduksi di Indonesia dibandingkan berproduksi di negara lain yang memang tidak memiliki pasar dan bahan mineral yang dibutuhkan untuk bisa memproduksi baterai," kata Pahala. 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut