Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS
Advertisement . Scroll to see content

Kaleidoskop 2022: Deretan Kebijakan Pemerintah Menjaga Inflasi dan Perekonomian di Tengah Ancaman Resesi Global

Selasa, 27 Desember 2022 - 07:30:00 WIB
Kaleidoskop 2022: Deretan Kebijakan Pemerintah Menjaga Inflasi dan Perekonomian di Tengah Ancaman Resesi Global
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri), Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (tengah), dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

1. Kebijakan Moneter 

Sejalan dengan The Fed, tahun ini Bank Indonesia (BI) juga telah mengerek suku bunga acuan sebesar 175 bps menjadi 5,5 persen. Kenaikan sebesar 200 bps hanya dalam kurun waktu 5 bulan (Agustus-Desember) merupakan langkah paling agresif yang dilakukan BI sejak 2005 atau dalam 17 tahun terakhir.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan kenaikan suku bunga acuan ini ditujukan untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang kini masih tinggi. Selain itu demi memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1 persen lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023.

Kebijakan ini juga ditujukan demi memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya. Sebab, saat ini mata uang dolar AS terus menguat dan ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

"Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur tersebut sebagai langkah lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam kisaran 3,0±1 persen," ujar Perry saat mengumumkan hasil rapat dewan gubernur bulanan, Kamis (22/12/2022).

Perry menegaskan, bauran kebijakan moneter yang ditempuh BI saat ini menyasar untuk menciptakan stabilitas serta mengendalikan inflasi yang berasal dari barang impor yang memang tergantung permintaan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut