Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dasco Telepon Nanik dan Bahlil saat Terima Mahasiswa di DPR, Sampaikan Aspirasi MBG-BBM
Advertisement . Scroll to see content

Di Depan DPR, Sri Mulyani Bicara soal Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2025 Milik Prabowo-Gibran

Selasa, 04 Juni 2024 - 13:00:00 WIB
Di Depan DPR, Sri Mulyani Bicara soal Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2025 Milik Prabowo-Gibran
Sri Mulyani di DPR bicara soal ekonomi makro 2025. (foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Dengan adanya biaya bagi negara-negara maju meningkatkan suku bunga melalui kebijakan higher for longer, menciptakan capital outflow dan menciptakan tekanan pada nilai tukar. Hal ini menciptakan risiko imported inflation yang harus terus diantisipasi dan dikoordinasikan antara pemerintah dan bank sentral.

Di sisi lain, tren kemiskinan diharap akan terus semakin menurun dengan ketimpangan yang harus terus diturunkan. Didukung dengan hilirisasi yang juga menciptakan sumber pertumbuhan yang baru, baik secara spasial maupun sektoral. Manufaktur dengan teknologi tinggi akan meningkatkan pendapatan para pekerja.

Di dalam KEM-PPKF, pemerintah mendorong urgensi perbaikan kualitas SDM, termasuk melalui berbagai program pelatihan link and match dunia usaha dengan dunia pendidikan. Kesejahteraan rakyat perlu ditopang dengan komitmen stabilitas harga sehingga inflasi terus terjaga rendah dan daya beli masyarakat yang terus meningkat. 

"Dari sisi pasar uang, nilai tukar dan yield dari bond atau surat berharga negara menjadi faktor yang menentukan APBN," tegas Sri Mulyani.

Koordinasi fiskal dan moneter terus dijaga dan diperkuat di dalam guncangan dinamika global yang luar biasa tinggi untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan yield dalam lingkungan higher for longer. Koordinasi antara Bank Indonesia dengan pemerintah diwujudkan juga melalui berbagai program bersama seperti menjaga inflasi. Pemerintah dan Bank Indonesia sangat menyadari pentingnya untuk menghindarkan terjadinya crowding out effect.

Keseimbangan antara pricing dari yield SBN yang cukup menarik namun pada saat yang sama menjaga biaya hutang atau cost of fund menjadi sangat-sangat penting. Hal ini juga ditunjukkan bahwa makin besar investor surat berharga negara adalah investor dalam negeri 14 persen investor SBN adalah investor global.

"Ini jauh menurun dari 10 tahun yang lalu di mana 40 persen investor SBN adalah investor global. Meskipun demikian pasar surat berharga negara tetap dipengaruhi oleh sentimen global dan kebijakan dari negara-negara maju. Karena suku bunga relatif antara SBN Indonesia dengan SBN negara-negara maju menjadi salah satu faktor menentukan daya tarik," kata Sri Mulyani.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut