Di Depan DPR, Sri Mulyani Bicara soal Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2025 Milik Prabowo-Gibran
Dengan mempertimbangkan kinerja historis dan kondisi global, ekspor diperkirakan akan tumbuh antara 5-5,7 persen, sementara import antara 4,3-4,9 persen. Agregat demand atau permintaan agregat lain adalah peranan pemerintah di dalam produk domestik bruto, dalam bentuk konsumsi pemerintah dan juga dalam investasi.
Dengan defisit APBN yang dirancang antara 2,45-2,82 persen, konsumsi pemerintah dan investasi pemerintah diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,7-5,2 persen.
Dengan berbagai faktor dan dinamika tersebut, pertumbuhan PDB pada tahun 2025 diperkirakan pada kisaran 5,1-5,5 persen. Hal ini merupakan sebuah range pertumbuhan yang cukup ambisius namun tetap realistis.
"Kami sangat menyadari bahwa untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2025, diperlukan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi antara 6 hingga 8 persen dengan kualitas dan inklusivitas yang perlu terus diperbaiki," ucap Sri Mulyani
Untuk mencapai pertumbuhan tinggi, kontribusi dari produktivitas harus dan wajib ditingkatkan. Hal ini bisa diperoleh melalui investasi sumber daya manusia dan transformasi ekonomi agar menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi di dalam perekonomian nasional.