Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Resmi Setujui Tenor KPR Subsidi hingga 40 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

Bank Sentral Nepal Naikkan Suku Bunga untuk Tahan Inflasi dan Ancaman Penurunan Cadangan Devisa

Senin, 25 Juli 2022 - 13:02:00 WIB
Bank Sentral Nepal Naikkan Suku Bunga untuk Tahan Inflasi dan Ancaman Penurunan Cadangan Devisa
Bank Sentral Nepal menaikkan suku bunga acuannya menjadi 8,5 persen dari sebelumnya 7 persen. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Rupee telah terdepresiasi sebesar 6,64 persen terhadap dolar dalam 12 bulan hingga pertengahan Juli. Ini membuat impor produk minyak bumi, pupuk, dan bahan makanan menjadi lebih mahal.

Sementara, utang luar negeri Nepal meningkat lebih dari dua kali lipat dari 3,8 miliar dolar AS pada 2012 menjadi 7,77 miliar dolar AS pada 2022. 

Pemerintah sebelumnya telah menetapkan target inflasi sebesar 7 persen untuk tahun fiskal, sementara menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 8 persen.

Kenaikan itu juga dapat memperlambat kegiatan ekonomi setelah dua tahun pandemi. 

"Menaikkan suku bunga bank akan berdampak negatif pada industri karena bunga pinjaman akan naik," ucap mantan presiden Federasi Kamar Dagang dan Industri Nepal, Pashupati Murarka. 

Negara dengan jumlah penduduk 29 juta orang ini sebelumnya telah memperpanjang larangan impor barang mewah hingga akhir Agustus. Hal ini bertujuan untuk mengekang arus keluar modal menyusul penurunan cadangan devisa.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut