Outlook 2023: Ini Cara BI Atasi Pelemahan Rupiah
Dengan masih rendahnya tekanan inflasi inti dan perbaikan ekonomi nasional yang masih berada pada tahap awal pemulihan ekonomi nasional, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga kebijakan BI7DRR rendah sebesar 3,50 persen.
Dengan intensitas ketidakpastian global yang terus meningkat, kenaikan harga energi dan pangan global juga berlanjut sehingga mulai berdampak pada kenaikan inflasi inti dan perkiraannya ke depan.
Merespons peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi sebagai dampak rambatan dari kenaikan inflasi volatile food dan penyesuaian harga BBM, Bank Indonesia mulai menaikkan BI7DRR sebesar 25 bps pada Agustus 2022.
Kebijakan tersebut diperkuat dengan kembali menaikkan BI7DRR pada September 2022, Oktober 2022, dan November 2022, masing-masing sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen, untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang masih terlalu tinggi (overshooting) dan memastikan agar inflasi inti ke depan dapat segera kembali ke dalam sasaran 3+1 persen pada paruh pertama 2023.
Kenaikan BI7DRR juga mempertimbangkan perlunya penguatan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah, agar sejalan dengan nilai fundamentalnya, akibat semakin kuatnya mata uang dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.