Outlook 2023: Ini Cara BI Atasi Pelemahan Rupiah
JAKARTA, iNews.id - Ketidakpastian global yang menimbukan gejolak pada pasar keuangan membuat Bank Indonesia (BI) bekerja keras menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Edi Susianto, mengatakan sejauh ini depresiasi nilai tukar Rupiah masih lebih kecil dibandingkan dengan sejumlah negara berkembang lainnya.
Meski demikian, BI tetap mengantisipasi berbagai perkembangan eksternal. Hal itu, tidak terlepas dari konsistensi Bank Indonesia dalam memonitor dan berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar, serta persepsi investor asing yang tetap positif terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Terkait dengan itu, lanjutnya, kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia, BI7DRR, tetap dilakukan secara moderat, meskipun mengalami kenaikan sejak Agustus 2022. Kebijakan itu sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk memastikan terjaganya stabilitas inflasi ke depan.
Sampai dengan sekitar pertengahan tahun 2022, inflasi inti masih terus terjaga pada level yang rendah di bawah 3 persen (yoy), sejalan dengan masih terbatasnya dampak inflasi dari sisi permintaan, ekspektasi inflasi yang terjangkar, stabilitas nilai tukar yang terjaga, serta dukungan kebijakan fiskal dalam menjaga harga BBM bersubsidi.