IHSG Kembali Menguat usai Anjlok, Berpotensi Naik 18 Persen Menuju Fase Normalisasi
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai berpeluang memasuki fase pemulihan usai mengalami koreksi tajam hingga lebih dari 41 persen dari level puncaknya. Riset Henan Putihrai Sekuritas menyebut, secara teknikal IHSG masih memiliki potensi kenaikan sekitar 18,2 persen untuk mencapai target fase normalisasi.
Dalam kajiannya yang dirilis Senin (15/6/2026), Henan Putihrai Sekuritas menyebut koreksi yang terjadi sepanjang tahun ini telah membawa IHSG turun 41,72 persen dari puncak 9.134,70 pada Januari 2026 hingga menyentuh level terendah 5.324,14 pada 8 Juni lalu. Penurunan tersebut menjadikan koreksi saat ini sebagai yang terdalam ketiga dalam sejarah pasar modal Indonesia sejak tahun 2000.
Namun, setelah mencapai titik terendah tersebut, IHSG langsung memantul 10,9 persen dalam dua hari perdagangan dan ditutup di level 5.902,38. Menurut Henan, kondisi tersebut mengindikasikan fase penurunan atau descend telah berakhir.
"Faktor ini membuat katalis akhir Fase Descend pada siklus ini berbeda dari siklus sebelumnya. Ia bukan perubahan suku bunga, melainkan habisnya tekanan jual setelah net foreign sell mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah," tulis Henan Putihrai Sekuritas dalam risetnya dikutip, Selasa (16/6/2026).
Berdasarkan analisis historis terhadap tujuh siklus koreksi besar yang pernah dialami pasar saham Indonesia, setelah fase penurunan berakhir, pasar biasanya memasuki fase normalization atau normalisasi. Pada tahap ini, indeks bergerak menuju titik tengah antara level terendah dan puncak sebelumnya.