Walaupun nampak sideways, namun bukan berarti saham-saham big caps menjadi tidak menarik, misalnya, saham BMRI masih melanjutkan penguatannya pada perdagangan kemarin.
"Dengan kondisi ini kita mengetahui bahwa peluang mengoleksi saham-saham big caps ini masih ada, dan tren saham-saham ini bisa saja bergerak di luar IHSG (tidak sejalan," katanya.
Nilai transaksi mengalami penurunan di saat IHSG melemah, menurut William, indikasi jenuh jual belum terlihat. Secara faktor teknikal, indikator MACD memperlihatkan potensi IHSG untuk mengakhiri sideways menuju uptrend namun tidak dalam waktu dekat.
"Level penutupan IHSG berada di bawah 6.900, secara psikologis memperlihatkan bahwa level ini tidak mampu ditembus dan arah IHSG adalah melemah. Kami menilai bahwa pergerakan IHSG masih bersifat pengujian resistance," ucap William.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebesar -22,01 poin (-0,32 persen) menuju 6.899,39 pada perdagangan, Kamis 24 Agustus 2023. Sebanyak 219 saham menguat, 308 saham menurun, dan 215 saham tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan kemarin.