Purbaya Buka Suara soal IHSG Melemah usai Pembentukan PT DSI
JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka sura terkait pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pengumuman pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Menurutnya, hal itu karena para investor belum memahami dampak kebijakan baru tersebut bagi perusahaan sektor sumber daya alam.
Purbaya menjelaskan, tekanan di pasar saham lebih disebabkan oleh ketidakpastian investor yang masih menghitung dampak kebijakan baru tersebut terhadap perusahaan-perusahaan sektor sumber daya alam.
Ia menilai pelaku pasar cenderung melepas saham terlebih dahulu ketika belum memperoleh gambaran yang jelas mengenai dampak kebijakan terhadap prospek kinerja emiten.
"Mungkin mereka belum tahu dampak sebenarnya seperti apa. Kalau ada ketidakpastian biasanya takut, jual dulu. Tapi kalau nanti mereka mengerti dampaknya seperti apa, harganya bisa naik," katanya, Kamis (21/5/2026).
Sebagai informasi, pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG bergerak di zona merah. Indeks dibuka di level 6.365, sempat menyentuh level tertinggi 6.378 dan terendah 6.080 hingga pukul 14.30 WIB.
Sebelumnya, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengatakan PT DSI akan bertugas membeli komoditas seperti batu bara, CPO, dan ferro alloy untuk kemudian dijual ke pasar ekspor dengan mengacu pada harga pasar.
"Danantara Indonesia ditunjuk oleh Bapak Presiden untuk memperkuat sistem perdagangan ekspor-impor dengan mendirikan PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau disingkat DSI, yang akan beroperasi efektif per 1 Juni 2026," ujar Pandu dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Rabu (20/5).
Editor: Puti Aini Yasmin