Dijamin Minyak, Venezuela Siap Rilis 100 Juta Unit 'Bitcoin'
Namun, Maduro percaya bahwa mata uang digital merupakan keniscayaan di abad 21 sekaligus akan membuka akses Venezuela terhadap mata uang.
“Saya telah memerintahkan penerbitan 100 juta petro dengan legalitas berupa minyak. Setiap petro akan berharga setara minyak Venezuela,” kata Madura dalam pidatonya di televisi pemerintah.
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, menurut OPEC, dan sekitar 95 persen penerimaan ekspornya beraal dari minyak. Para ahli mengkritik pemerintah yang menyia-nyiakan kekayaan alam Venezuela selama bertahun-tahun. Tanpa reformasi, keberlanjutan ekonomi terancam karena sumber daya alam suatu saat akan habis.
Venezuela menerapkan kurs tetap yang mana saat ini berdasarkan versi pemerintah, nilai 1 dolar AS setara 10 bolivar, padahal nilai 1 dolar AS yang sebenarnya mencapai 137.000 bolivar. Hal ini membuat banyak warga Venezuela memanfaatkannya di pasar gelar. Kondisi tersebut juga semakin diperparah dengan langkah bank sentral yang mencetak uang terus menerus, sehingga membuat Venezuela terjebak pada kondisi ‘hyper inflation’.
Lembaga riset lokal Ecoanalitica menyatakan, harga-harga di Venezuela melonjak hingga 80 persen hanya dalam kurun waktu bulan Desember. Sepanjang tahun lalu, peredaran uang tumbuh lebih dari 1.000 persen.
Maduro mengatakan, mata uang digital ini akan diperdagangkan dalam bursa virtual meski dia tidak menjelaskannya lebih lanjut. Idealnya, mata uang digital bersifat desentralisasi dan kesuksesannya tergantung pada transparansi, aturan yang jelas, dan perlakuan yang sama bagi semua pihak.
Editor: Haryo Jati Waseso