Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 11.014 Orang Tak Lagi Terima Bansos Mulai Bulan Ini, Ada Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Cara Membuat Keuangan Sehat untuk Keluarga, Salah Satunya Lunasi Utang

Sabtu, 26 Maret 2022 - 20:59:00 WIB
Cara Membuat Keuangan Sehat untuk Keluarga, Salah Satunya Lunasi Utang
Cara membuat keuangan sehat untuk keluarga, salah satunya lunasi utang.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ada beberapa cara membuat keuangan sehat untuk keluarga. Ini perlu kamu terapkan agar kondisi finansial tetap stabil. 

Sebagian keluarga, terutama yang baru membina keluarga dengan penghasilan yang pas-pasan mungkin memiliki beberapa masalah keuangan dalam keluarga. Misalnya, uang selalu habis untuk bayar utang, penghasilan tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup atau tidak memiliki tabungan padahal sudah kerja bertahun-tahun.

Cara Membuat Keuangan Sehat untuk Keluarga

Jika kamu mengalami masalah-masalah di atas berarti kondisi keuanganmu memang tidak sehat alias sakit. Namun masalah keuangan dalam keluarga terjadi bukan hanya karena penghasilan kamu kecil lho, tapi mungkin kamu yang tidak bisa mengelolanya. 

Nah, berikut ini cara membuat keuangan sehat untuk keluarga yang bisa kamu lakukan:

1. Lunasi Utang

Jika kamu memiliki utang, catatlah berapa utang yang kamu miliki. Lakukan hal itu bersama dengan pasangan. Kemudian, hasil catatan itu bisa kamu jadikan bahan diskusi untuk sama-sama mencari solusinya.

Misalnya saja kamu memiliki utang yang cukup besar karena sebelumnya membeli barang berdasarkan keinginan bukan kebutuhan. Untuk itu, setop membeli sesuatu yang tidak penting, hemat pengeluaran dengan memprioritaskan kebutuhan dibanding dengan keinginan.  

Lunasi utang terutama yang berbunga tinggi seperti pinjaman pribadi dan utang kartu kredit. Untuk melunasinya, kamu bisa menjual sebagian harta benda yang dimiliki.   

2. Jangan Gunakan Kartu Kredit

Jika kamu sedang memiliki utang, jangan menambah utang lagi. Salah satunya, jangan biasakan menggunakan kartu kredit untuk membeli sesuatu demi terlihat keren. 

Menggunakan kartu kredit memang memberikan fleksibilitas, namun jika kamu tidak memiliki rencana jangka panjang untuk membayar hal-hal tertentu, ada baiknya mengerem sedikit dan menanyakan dirimu dan pasangan, apakah benar-benar memebutuhkan kartu kredit?

3. Buat Catatan Penghasilan dan Pengeluaran

Cara membuat keuangan sehat untuk keluarga lainnya, yakni setiap bulannya kamu harus memiliki catatan aliran dana yang masuk dan keluar pada kas rumah tanggamu. Hal ini untuk mengetahui seberapa besar pengeluaranmu. Jangan sampai pengeluaran bulanan lebih besar dari pendapatanmu tiap bulan. 

Biasanya orang yang paling teliti urusan keuangan rumah tangg adalah istri. Istrimu lebih tahu berapa pengeluaran sehari-hari untuk belanja kebutuhan pokok, bayar token listrik, pulsa atau paket data dan keperluan wajib lainnya.

Mintalah istrimu mencatat pengeluaran bulananmu. Bila ada pengeluaran yang bisa dikurang, lakukanlah. Dan jika masih ada gaji tersisa bisa kamu alihkan untuk investasi, tabungan atau dana darurat.

4. Usahakan Menabung

Jika kamu tidak memiliki uang tunai dan juga susah menabung, harus dibiasakan menyisihkan sebagian dari penghasilan yang didapat. Ada yang menggunakan amplop untuk membagi-bagi anggaran supaya tetap tertib atau kamu ciptakan cara lain yang cocok untuk keluargamu.  

Dana cadangan atau tabungan pun sebaiknya dipisahkan dari kebutuhan pokok sehari-hari. Aturan prkatis yang baik, yakni menabung 10 persen dari penghasilan kamu, 10 persen untuk kebutuhan jangka pendek atau keadaan darurat. 

5. Evaluasi Cakupan Asuransi Jiwa

Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Misalnya, kamu berpenghasilan baik tapi bagaimana jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi? Berapa lama tabungan bisa bertahan dan siapa yang akan menjaga keluarga kamu jika hal buruk terjadi?

Menyimpan uang itu penting, tetapi penting juga untuk melindungi keuangan keluargamu dan merasa yakin keluarga yang kamu cintai terjaga jika hal yang tidak terduga terjadi. Misal, jika kepala rumah tangga atau pencari nafkah meninggal dunia, asuransi jiwa bisa membantu pendapatan yang hilang, menutupi biaya kewajiban yang belum dibayar seperti biaya kuliah dan sebagainya.

6. Libatkan Seluruh Keluarga

Dorong anak untuk mulai menabung sedini mungkin. Mulailah dengan memberi mereka uang saku untuk melakukan pekerjaan rumah tangga atau tugas-tugas kecil dan bantu mereka mempertimbangkan bagaimana membelanjakannya. Ketika mereka makin besar, ajarkan mereka untuk mengelola uang dengan bijak.
 
Sampai di sini, apakah kamu sudah memahami cara membuat keuangan sehat untuk keluarga? Semoga cara-cara di atas bisa membantu!

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut