Anggota Komisi VI DPR RI Tolak Wacana Redenominasi Rupiah, Ekonomi Belum Stabil Jadi Alasan
Darmadi juga menyoroti sisi inefisiensi anggaran negara. “Mesin ATM harus diganti, sistem bank di-upgrade, toko harus ganti label harga, negara cetak uang baru, totalnya triliunan. Untuk apa? Buat potong nol tiga biji? Itu pemborosan!” sentilnya.
Menurutnya, dana sebesar itu akan lebih berguna jika dialokasikan untuk kebutuhan pangan, penguatan infrastruktur UMKM, atau menjaga stabilitas harga.
Ia turut mengingatkan bahwa pelaku pasar global dapat salah menafsirkan redenominasi sebagai sinyal negatif terkait kondisi ekonomi Indonesia.
“Investor asing bisa kira ekonomi kita lagi darurat. Ini bisa picu outflow. Rupiah justru makin tersungkur. Ini risiko yang sangat serius!” katanya.
Darmadi kembali menegaskan untuk menolak wacana redenominasi. “Saya tolak keras redenominasi! Semua masalah ekonomi kita bukan karena nol kebanyakan. Tapi karena produktivitas rendah, impor tinggi, dan banyak sektor belum efisien. Itu yang harus dibenahi!”
Ia meminta pemerintah segera menghentikan pembahasan tentang redenominasi dan beralih fokus pada persoalan utama yang memengaruhi ekonomi nasional.
“Jangan lempar isu yang bikin gaduh. Fokus perbaiki ekonomi real, bukan utak-atik angka di uang!” tutupnya.
Editor: Komaruddin Bagja