OPEC Lanjutkan Pangkas Produksi, Pasokan Minyak Defisit di 2018
Proyeksi yang menunjukkan defisit pasokan minyak di 2018 akan memicu perdebatan oleh seluruh anggota OPEC. Tapi faktanya, harga minyak saat ini mendekati level tertinggi sejak 2015, kembali terkerek naik ke level 64 dolar AS per barel setelah laporan tersebut diterbitkan.
OPEC mengatakan bahwa produksi minyaknya pada bulan Oktober, sebagaimana dinilai oleh sumber sekunder, berada di bawah perkiraan permintaan 2018 pada 32,59 juta barel per hari, turun sekitar 150.000 barel per hari dari bulan September.
Angka itu menandakan komitmen terhadap pemangkaan produksi minyak memang tengah berjalan. Target pemangkasan pun terkerek naik melebih target atau di atas 100% dari 98% untuk September.
"Tingkat kesesuaian yang tinggi untuk berpartisipasi dalam OPEC dan negara-negara produsen non-OPEC telah jelas memainkan peran kunci dalam mendukung stabilitas di pasar minyak dan menempatkannya pada jalur yang lebih berkelanjutan," kata laporan tersebut.
Pasokan minyak yang berlebih berangsur-angsur mulai berkurang. Berdasarkan catatan OPEC, pasokan minyak turun hingga 23,6 juta barel pada September menjadi 2,98 miliar. "Kelebihan pasokan kini telah turun drastis," kata OPEC, yang bertujuan untuk mengurangi stok ke rata-rata lima tahun melalui kesepakatan pengetatan pasokan.