Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemerintah Siapkan CNG untuk Gantikan Gas Melon, Tekan Impor LPG
Advertisement . Scroll to see content

YLKI Minta Pemerintah Salurkan Elpiji 3 Kg kepada yang Berhak

Minggu, 10 Desember 2017 - 21:20:00 WIB
YLKI Minta Pemerintah Salurkan Elpiji 3 Kg kepada yang Berhak
Ilustrasi (Foto: iNews.id/Yudistiro)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah meperketat penyaluran gas elpiji bersubsidi 3 kilogram untuk menekan dan mengantisipasi kelangkaan yang kini terjadi di beberapa daerah. Kelangkaan tersebut merugikan masyarakat kalangan menengah ke bawah karena produk subsidi ini benar-benar dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari.

"Bila pemerintah memang serius memasok gas elpiji bersubsidi untuk konsumen menengah bawah, maka pengawasan terhadap kemungkinan penyimpangan harus ditingkatkan," kata Tulus di Jakarta, Minggu (12/10/2017).

Menurut Tulus, pemerintah daerah harus turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif, jangan hanya berpangku tangan. Selain itu, distributor yang terbukti melakukan penyimpangan dan pengoplosan harus mendapat sanksi tegas.

Tulus mengatakan kepolisian harus lebih ‘bergigi’ dalam melakukan penegakan hukum. Sementara itu, PT Pertamina (Perero) juga harus tegas memutus kerja sama sama dengan distributor nakal yang diketahui melakukan penyimpangan dan pengoplosan.

"Tanpa hal itu maka penyimpangan distribusi dan pelanggaran hak-hak konsumen menengah akan semakin besar," tuturnya.

Tulus menduga kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di beberapa daerah disebabkan oleh beberapa hal, yaitu rentang harga yang sangat jauh dengan elpiji 12 kilogram dan penyimpangan penyaluran elpiji bersubsidi. "Karena rentang harga yang sangat jauh, banyak pengguna elpiji 12 kilogram yang berpindah menjadi pengguna gas elpiji 3 kilogram. Selain jauh lebih murah, gas elpiji 3 kilogram juga dianggap lebih praktis dan mudah dibawa," tuturnya.

Dia menilai, pola penyaluran gas elpiji 3 kilogram seharusnya bersifat tertutup. Artinya, hanya konsumen yang berhak saja yang boleh membeli gas elpiji 3 kilogram.

Namun, saat ini penyaluran bersifat terbuka atau bebas sehingga siapa pun bisa membeli. Tulus menyebut ada pola penyaluran yang dilakukan pemerintah tidak taat asas.

"Tidak kurang dari 20 persen pengguna gas elpiji 12 kilogram berpindah ke 3 kilogram karena harga 12 kilogram dianggap sangat mahal sementara 3 kilogram sangat murah karena disubsidi," katanya.

Keadaan semakin parah karena terjadi penyimpangan di tingkat distributor atau agen nakal yang melakukan pengoplosan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. "Mendapatkan gas elpiji dengan harga terjangkau adalah hak konsumen yang harus dijamin," ujarnya.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut